×

KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PEKERJA ASPAL MIXING PLANT (AMP) & BATCHING PLANT DI PT. LWP PEKANBARU TAHUN 2015

Dwi Sapta Aryantiningsih, Dewi Husmaryuli
This article has been read 0 times.
This PDF has been read 0 times.

Abstract

Kecelakaan mengakibatkan kerugian jiwa, harta benda dan terjadi akibat adanya kontak dengan sumber energi  yang  melebihi ambang  batas atau  struktur.  Data  di  Provinsi Riau  angka kecelakaan kerja  sebanyak 491 kasus3. Data dari PT. LWP Pekanbaru didapatkan peningkatan kasus kecelakaan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 40 pekerja dan seluruhnya menjadi responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis yang dilakukan yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 23 orang (57,5%). Variabel yang  berhubungan secara signifikan dengan kecelakaan kerja adalah umur dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Peneliti mengharapkan agar pihak perusahaan dapat memberikan informasi kepada pekerja dan membuat peraturan dalam menggunakan APD dan menyediakan APD yang sesuai di setiap unit produksi.

 

Kata Kunci: Umur, Penggunaan APD, Kecelakaan Kerja

Full Text:

PDF

References

Ramli, S. Sistem Manajeman Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001. Jakarta; Dian Rakyat. 2010.

Triwibowo, C, dkk.. Kesehatan Lingkungan dan K3. Yogyakarta; Nuha Medika. 2013

Jamsostek. Angka Kecelakaan Kerja Lima Tahun Terakhir Cenderung Naik. www.PoskotaNews.html

Depnakertrans. Angka Kecelakaan Kerja berdasarkan Sumber Kecelakaan di Propinsi RIAU Tahun 2014. www.pusdatinaker.balitfo.depnakertrans.go.id. 2014.

Katia. Analisis Kecelakaan Kerja Pada Proyek Penambangan Batubara Admo PT.Saptaindra Sejati Berdasarkan Laporan Kecelakaan Tahun 2006-2008. www.lontar.ui.ac.id. 2009.

Kuswadji,S. Pengaturan Tidur Pekerja Shift. Jakarta. Cermin Dunia Kedokteran. 1997

Santrock, W. Remaja. Erlangga: Jakarta. 2007.

Suma’mur. Higiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja (Hiperkes), Jakarta; Sagung Seto. 2009.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional. Indonesia. http:// http://sdm.data.kemdikbud.go.id/SNP/dokumen/undang-undang-no-20-tentang-sisdiknas.pdf

Fadillah,A. Gambaran Kecelakaan Kerja pada Pembangunan Struktur Basement Crown Internasional Hotel PT. Nusa Raya Cipta Medan Tahun 2004.http://repository.usu.ac.id. 2004.

Putra, T.H, Pengaruh Shift Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Karyawan Bagian Produksi Seksi Reduksi PT. INALUM Kuala Tanjung Tahun 2011 http://repository.usu.ac.id. 2012

Depnakertrans RI. Kecelakaan kerja dan faktor-faktor yang berhubungan di Indonesia (Berdasarkan data PT. Jamsostek Tbk), Majalah keselamatan kerja dan hiperkes, 40(3), 31-45.2007.

Hernawati E. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Berdasarkan Karakteristik Pekerja dan Unit Kerja di Area pertambangan PT. ANTAM TBK UBPE Pongkor Jawa Barat Tahun 2008. http://repository.uinjkt.ac.id

. 2008

Notoatmodjo,S. Ilmu Kesehatan Masyarakat, Edisi Revisi,Jakarta; Rineka Cipta. 2010

Ridley, J. Kesehatan dan Keselamatan Kerja Edisi Ketiga.Jakarta; Erlangga. 2008.