×

KINERJA BIDAN DALAM MENDUKUNG PROGRAM INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI KOTA PEKANBARU

Mardiah Mardiah, Nur Indrawati Lipoeto, Dien GA Nursal
This article has been read 593 times.
This PDF (Bahasa Indonesia) has been read 736 times.

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah pemberianASI segera pada bayi baru lahir sampai satujam pertama. Salah satu kunci keberhasilan program IMD ditentukan oleh kualitas kinerja bidan yang di pengaruhi faktor umur, lama kerja, pelatihan, tingkat pendidikan, status perkawinan, tingkat pengetahuan, sikap, motivasi, kepeminpinan dan imbalan. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam mendukung program IMD di Kota Pekanbaru tahun 2011. Menggunakan rancangan cross-sectional, di Kota Pekanbaru dengan sampel sebanyak 106 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square dan multivariat menggunakanuji regres logistik dengan CI 95%. Hasil penelitian ini didapat bahwa bidan yang memiliki kinerja baik (5 1,9%), lebih dari separuh berusia tua (54,7%), lebih dari separuh sudah lama bekerja (53,8%), sebagian besar tidak pernah pelatihan (64,2%), pada umumnya tingkat pendidikan tinggi (92,5%), sebagian besar sudah kawin (87,7%), hampir separuh tingkat pengetahuan kurang (43,4%), hampir separuh bersikap negatif (51,9%), hampir separuh memiliki motivasi kurang (42,5%), hampir separuh kepemimpinan kurang (35,8%), dan hampir separuh imbalan kurang (42,5%). Hasil analisis bivariat didapat bahwa variabel umur, lama kerja, status perkawinan, sikap, motivasi, kepemimpinan dan imbalan tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan kinerja bidan dengan p > 0,05. Sedangkan tingkat pelatihan, pendidikan dan tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang bermakna dengan kinerja bidan dengan p < 0,05 . Hasil analisis multivariat didapat bahwa pelatihan merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja bidan dalam mendukungprogram IMD di Kota Pekanbaru tahun 2011. Diharapkan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengevaluasi kinerja bidan secara berkala dan memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan kinerja bidan yang belum optimal dalam pelaksanaan IMD dan memperbaiki faktor tersebut sehingga dapat meningkatkan kinerja bidan dimasa yang akan datang dalam rangka menurunkanAngka KematianBayi (AKB).